MDS Super Pro, Helm Super Cakil yang akhirnya dikandangkan.

Apa kabarnya semua, lama sudah tak bersua lewat tulisan blog ini. Sebenarnya tidak sibuk sama sekali tapi malas luar biasa ketika akan mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan ala kadarnya.:mrgreen:

Oke, kita langsung saja menuju ke topic utama dari tulisan ini yang intinya helmku anyar merk mds model super cakil. Sekian dan terima kasih halah . . . . . .  :mrgreen:

Mari putar waktu ke satu bulan sebelumnya, niat beli helm sudah ada sejak satu tahun sebelunya tapi nanti terlalu panjang dan #883*(^(&(^9 . . . .skip!!!!! SKIP!!!!!!

Niat awal ketika mencari helm adalah helm yang jarang terlihat di jalan, ngubek-ngubek dari Gombong sampai Solo via online donk brot . . . . untuk mencari spesies langka INK MF1 cuma ketemu satu ekor. Menyedihkanya satu ekor helm tersebut sudah berumur tua, produksi tahun 2012 alias barang tidak laku yang gilanya harganya tidak boleh ditawar. Ya memang modelnya bukan tipe semua orang meski hasil adaptasi dari helm luar bermerk Dolan, Nolan. MF1 dengan berat hati akhirnya dicoret dari daftar khayalan.

Pilihan kedua ya helm MDS Super Cakil ini, sempat ragu sebenarnya karena modelnya agak nyleneh bagi mata sebagian besar orang dan helmnya terlihat besar, tinggi, monyong, dan dengan topi yang panjang. Anehnya helm ini justru sangat mudah dijumpai, setiap toko helm mempunyai stok untuk helm MDS Super Cakil ini, warna lengkap motif ready. Kembali jalan-jalan ke toko helm dan kali ini memberanikan diri untuk mencoba si Cakil ini, lho ringan ternyata tidak beda jauh dengan half face NHK Predator yang buluk menemani saya sehari-hari.

Bungkus Mas!!

Kata itu meluncur begitu saja setelah mencoba dan mengamati beberapa saat helm yang baru keluar dari kardusnya. Takjub juga dengan keputusan yang saya buat secepat itu:mrgreen:

Warna yang dipilih adalah warna abu-abu, gunmetal atau entahlah itu. Warna paporit sejak menebus NHK Predator tahun 2012 silam.

Sippp mari masuk ke kesan awal tentang MDS Super Pro alias Super Cakil ini . . . .

Desain

Bagi saya helm MDS ini monyongnya kebangetan:mrgreen: rak helm di rumah tidak muat menampung cakilnya yang panjang itu tapi muat tertampung di hati saya dan saya suka, haluah . . . . . wkwkwkwkwkwkwk . . . . . . . . .😀

Visor 

Visornya ada dua, bening dan gelap. Visor bening saya rasa masih dibawah KYT kualitasnya, meski sudah dalam level bagus hanya sedikit kalah jernih. Sedangkan untuk visor gelap menutup sempurna sehingga sinar matahari tidak menyilaukan, meski saya rasa agak kurang gelap sedikiiit lagi.

Busa Helm

MDS Super Cakil dilengkapi dengan busa yang bisa dilepas dan dipasang lagi dengan mudah, dan yang terpenting busanya lembut dan enak digunakan. Busa bagian pipi terlihat agak tebal dan empuk, saya memilik ukuran L. Pipi saya yang tembem ini memakai ukuran apapun pasti akan terlihat tertekan sehingga ekspresi saya menjadi seperti tante-tante yang selfie dengan gaya dimonyong-monyongkan😀 tapi di area telinga tersedia ruang yang nyaman nan lega tidak seperti RC Seven yang agak sesak meski sama-sama ukuran L. Bagian dagu dilengkapi dengan Chain churtail untuk meminimalisir debu yang masuk ke dalam helm, namun sayang benda ini mudah lepas dari dudukannya ketika tersangkut sehingga menjadi rawan hilang. 

Visibiltas, Kekedapan, dan Lubang ventilasi udara

Untuk masalah Visibilitas helm Super Cakil ini lebih nyaman dibanding dengan helm full face murni, pandangan terasa lebih lapang pada bagian bawah, kanan maupun kiri sedangkan bagian atas bisa dikatakan sama saja dengan fullface hanya sedikit terhalang oleh topinya yang panjang.

Ketika visor ditutup penuh suara yang tereduksi bisa dikatakan lumayan baik, sudah cukup untuk helm dengan model Super Cakil seperti ini. Kekedapan memang kalah dibanding si RC Seven tapi saat memakai MDS Super Cakil siulan angin tidak begitu terasa seperti saat memekai RC Seven, berisik oleh siulan angin.

Satu, dua, tiga, empat ya . . . . ada empat ventilasi udara satu di moncongnya, dua di bawah topinya dan satu dibagian belakang. Hanya saja tidak begitu terasa berfungsi dari empat ventilasi ini. Meski semua ventilasi dibuka di dalam helm masih tetap terasa panas, tapi disinilah moncongnya berperan. Moncong cakilnya membuat semriwing:mrgreen:

Kualitas Cet, Lem, dan Bahan

Kualitas cet, oke . . . . . lah tidak mengecewakan, sip.

Bahan, seperti kurang anteb memang sehingga Super Cakil ini enteng cuy . . . .saya sudah nemu dua goresan kecil tanpa terbentur apapun :mewek:

Lem??? 

Jadi kurang enak, kurang sedap . . . . karena itu inul ggoyang . . . . .

Sistem Pengunci

Menggunakan Microlock, bahannya terlihat tipis dan terlihat juga seperti agak getas. Kalah jauh dibanding microlocknya Predator dan MF1 yang terlihat mantap.

Harga

Untuk tipe polos tanpa motif helm MDS Super Cakil dibandrol pada kisaran harga 390-470 ribu, tergantung daerah dan pemilik tokonya. Saya mengandangkan Super Cakil dengan harga 420 ribu, mwahal brot . . . . buat sayah . . . . . tapi apa dayah sudah sukkah:mrgreen:

Harga jual kembali???

Hahaha . . . . ini saya masukan karena setelah tiga bulan saya pakai akhirnya saya jual kembali. Alasannya? Soalnya bagi saya sirkulasi udaranya belum cukup baik bekerja, panas. Hanya butuh sehari ternyata sudah bertemu majikan baru, sehat selalu ya cakil wkwkwkwk . . . .

Walah panjang sekali, sedikit kesimpulan dari si super cakil 

Mds Super Cakil adalah helm yang segmented dan tidak semua oaring suka dengan modelnya dan atributnya. Tapi bagi Brot semua yang suka ini adalah helm yang pantas ditebus dan dimiliki. Jangan berpikir hanya karena memakai matic menjadi tidak cocok dengan helm ini. Ayolah Brot helm ini diciptakan untuk keseharian dengan dua visor yang nyaman. Jadi tak ada hubunganya antara model motor yang dipakai dengan helm yang dipakai karena bahkan helm ini bagi saya lebih nyaman dibanding fullface dalam hal visibilitas.

Dadah  . . . . . Salam L2 Super. . . .

ANDREA IANONE KE HONDA???

Nama Andrea Ianone sudah mulai bersinar saat dirinya berlaga di kelas Moto2 dan bersaiang dangan para penguasa Moto2 kala itu, Marc Marquez dan Stefan Bradl. Saat naik kelas ke Moto GP Ianone juga tak meredup, auranya cukup kuat meski dibayangi kebintangan para alien Moto GP.
Nama Ianone bahkan semakin akrab dengan public kita karena selama beberapa tahun belakangan dia digandeng oleh brand helm KYT. Grafis helmnya yang kontras dan menarik membuat banyak konsumen helm menebus helm lokal replica Ianone ini. Meski tergolong tak murah tapi grafis Ianone benar-benar menarik ketika terlihat di kepadatan lalu lintas. Populasinya juga terbilang cukup banyak apalagi sekarang ditambah helm halfface yang juga menggunakan grafis dari pembalap moto GP dengan nomor motor 29 ini.

Sayangnya tahun ini Ianone tak lagi memakai helm KYT . . . . tapi itu bukan kabar yang mengejutkan karena ternyata ada berita yang akan cukup membuat heboh penikmat Moto GP karena kabarnya Ianone akan membalap untuk tim HONDA . . . . . Supra 125 FI:mrgreen:

Wkwkwkwkwk . . . . . . apik ra brot setikerku????

Wkwkwkwkwk. . . . . .

artikel awal tahun yang telat terbit.wkwk

Salam L2 Super

Ban Beat Sebelah Kanan Kriting. . . .????

Sehat Kang-Yu . . . . .
Wahahahaha (nek tau ngrungokna curanmor mesti ngerti ngguyune kaki Samidi). . . . mari kita ramaikan khasanah perngeblogan lewat blog yang tak kunjung mencapai 100 artikel ini:mrgreen:
Postingan terakhir di blog ini membahas tentang new vario 125 yang terkena masalah engine hunger/engine mountingnya, nah kali ini saya mau sharing tentang kakak-kakak dari si Vario 125 ini. Masih seputar masalah kaki-kaki dari matic Honda yang kali ini akan saya bagikan melalui artikel di malam minggu yang galau:mrgreen: walah sing di sharing masalah bae kaya FBY!!!!
Kaki-kaki yang akan dibahas melalui artikel ini adalah bagian ban dari si matic mungil beat serta vario cw. Mungkin sebelumnya sudah ada yang tahu atau bahkan sudah mengerti penyebabnya, tapi tak ada salahnya saya tulis. Mungkin dengan artikel ini Kang-Yu yang sudah tahu dan paham penyebabnya bisa berbagi.
Memangnya apa masalahnya sih? Sesuai judul. . .:mrgreen:
Masalahnya ada pada ban depan sebelah kanan dari Vario cw serta Beat fi, ya ban sebelah kanan kedua matic ini terlihat tidak rata dan membentuk gelombang di sepanjang ban. Sementara sisi sebelah kiri dari kedua matic tersebut sudah mulai halus. Jadi sisi kiri mulai gundul sedangkan sisi kanan bergelombang seperti ban hamil😀
Sebagai informasi kang-Yu, kedua matic ini dipakai oleh dua orang yang berbeda dan setiap hari menempuh jalan yang berbeda, yang hampir sama adalah kedua matic ini dalam sehari hanya menempuh jarak sekitar 6-7 Km dan sama-sama dipakai oleh wanita:mrgreen:
Jadi bagaimana mungkin bisa sama-sama kriting dan botak sebelah??? Lah ya mbuh . . . . .
Kebetulan ada satu Beat lagi (lho kaya FBH ini!!!!) milik sepupu perempuan saya yang motornya berumur hampir satu tahun. Saat saya raba ban depan sebelah kanan ternyata juga sudah mulai kriting . . . . . tepuk tukang salon kie kon rebonding!!!!!!
Salam L2 Super!!!!!!

Note: foto nyusul ya kang-yu, lemot kie. . . .

Sebuah Catatan Sederhana

%d blogger menyukai ini: