Ganti Shock Belakang Beat dengan Shock Vario 125, Atasi Masalah Mentok

Orang indonesia kadang memang aneh diberi shock belakang yang keras minta yang lembut, diberi yang lembut diganti yang keras. Ya termasuk saya ini kang-yu. . . :D
honda beat fi lansiran tahun 2013 adalah kendaraan yang sering saya pakai berboncengan, menahan bobot yang jumbo alias beruang shock belakang honda beat terasa terlalu lembut. Mentul sana mentul sini dan terkadang terasa mentok saat melewati jalan yang bergelombang ketika berboncengan, ngilu kang-yu setiap ketemu gronjalan jedug-jedug mentok.
Shock belakang honda beat fi memiliki kode part 52400-K25-901 tampaknya harus segera diganti, bukan dengan part variasi yang sering berembel-embel racing tapi cukup dengan part milik saudaranya. Shock vario 125 dengan nomor part 52400-KZR-600 menjadi pilihan saya kang-yu. . . :mrgreen:

Belakangan baru saya ketahui ternyata part vario 125 ini memiliki dimensi yang lebih panjang dibanding shock beat maupun vario cw, wasyik kan ganti shock untuk memperbaiki handling plus tambah nungging, dikit :D
image
Terus hasilnya gimana?
Sesuai ekspektasi awal, ban belakang jadi terasa lebih lembut dan tidak liar karena mentul-mentul, jalan bergelombang dilibas dan diterjemahkan dengan baik sehingga terasa lebih nyaman bagi boncengan di belakang. Melewati polisi tidur, aman kang-yu karena secara teori GC motor juga naik meski gak signifikan.
Ini kali kedua saya mengganti shock asli bawaan motor dengan shock motor lain yang masih sejenis, istilahnya substitusi part dan keduanya pas dengan keinginan. :mrgreen: kenapa saya lebih suka substitusi part dengan part motor sejenis maupun berbeda merk pada part-part yang saya anggap vital daripada memakai part variasi? contohnya saya pakai dudukan xride untuk modif si Semut dulu. Nanti saya ceritakan lain artikel boy. . . .
Shock belakang vario 125 saya tebus di beres seharga 200, proses pemasangan pun tinggal plek no puyeng. Sebenarnya karakter shock vario 125 pun tak jauh beda dengan beat fi, lembut dan mengayun. Tapi lain cerita saat dipasang pada beat akibat berat kendaraan yang juga berbeda. Pas adalah kata yang tepat bagi saya saat mengendarai beat dengan shock vario 125.
Setiap orang memiliki rasa tersendiri untuk sebuah kenyamanan, bagi saya shock bawaan terlalu lembut dan tidak nyaman tapi mungkin berbeda untuk orang lain. Ini sekedar sharing atau bisa juga dianggap tips bagi sebagian orang yang merasa shock beat terlalu lembu
Merasa shock beat terlalu lembut dan emoh pake part variasi yang berkarakter racing yang biasanya agak keras monggo dicoba pake shock vario 125 kang-yu.
Salam L2 Super. . . .

Njajal Ngegas Vario CW fi. . .

Hy bro. . .
Vario cw fi sudah lama mengaspal menggantikan generasi sebelumnya yang juga memiliki nama dan bentuk yang bisa dikatakan sama. Motor inilah yang mendobrak dengan headlamp led nya yang dulu saat peluncurannya cukup menyita perhatian.
Oke cukup pengantarnya karena motor ini juga sudah amat akrab di mata masyarakat. Tetapi meski motor ini sudah begitu akrab di masyarakat baru kali ini saya bisa mencobanya, hiks. . .

Awal mula mencoba motor ini juga bermula karena tidak sengaja saya menghilangkan kunci motor sehingga saya harus pulang ke rumah mengambil kunci cadangan, :D jadi cukup bisa merasakan kemampuan motor ini pada beberapa kondisi jalan.
Ekspektasi saya pada vario fi sebenarnya biasa saja mengingat mesinnya adalah mesin beat dan saya sudah sering memakai beat, begitu duduk di joknya memang perkiraan saya tak meleset,terasa seperti beat. Tetapi begitu gas ditarik motor ini seakan berkata “saya vario”,yap perkiraan saya salah begitu motor mulai berjalan. Respon mesin ternyata beda, karakter beat yang sangat enteng untuk akselerasi tak saya temui pada vario fi. Vario terasa lebih kalem tak menghentak bisa dikatakan mirip dengan karakter vario cw gen awal yang juga kalem dan tak menghentak pada akselerasinya.
Ergonomi
Tak jauh beda dengan beat telapak kaki terasa terlalu tinggi dan tak senyaman vario cm gen awal.hem. . . .
Suspensi
Mirip, meski terasa lebih mantap perkiraan awal karena bobot vario lebih berat daripada beat tapi setelah melihat spek ternyata beratnya sama,hem . . .?mungkin suspensinya memang berbeda.
Kenyamanan
Saya bisa mengatakan vario 1 tingkat di atas beat dalam hal kenyamanan, pengendalian stang terasa pas tidak terlalu ringan, suspensi terasa lebih mantap melibas jalanan kriting dan akselerasinya yang tidak menghentak membuat kenyamanan vario bertambah, bagi penyuka kecepatan vario juga tak semelayang beat saat digeber agak kencang, oke lah.
Kesimpulan
Vario cw memiliki bentuk bodi yang masih segaris dengan vario gen awal meski secara pribadi lebih manis gen awal. Lampu led yang disematkan merupakan salah satu fitur yang menarik dan cukup mendobrak.
Namun sayang kini vario cw terlihat terjepit dengan munculnya all new beat series yang menggunakan esp dan new vario 125.
Salam L2 Super

Reviem Android Low End, Smartfren Andromax C3. . . . .

Banyak sekali pilihan ponsel pintar yang ada di pasaran mulai dari budget 400 ribu saja sudah menawarkan sebuah ponsel berbasis android. Salah satunya adalah ponsel yang diusung oleh smartfren dengan Andromax C3 yang telah menawarkan system operasi kitkat. Dibandrol dengan harga 499 ribu bagaimanakah performa ponsel dari smartfren dan haier ini? Silahkan disimak bro . . . .
Oke, saya sebenarnya bingung memulai dari mana karena saya adalah orang yang awam mengenai android dan ini pertama kali saya membuat review ponsel, tapi okelah kita mulai dengan tampilan fisik dari ponsel ini. Dibalut dengan casing plastic yang, ya . . . . . seadanya dan terkesan agak murah ponsel ini memberikan tiga pilihan warna putih, hitam dan abu-abu. Tombol power berada di samping berdampingan dengan tombol vol up dan down, terlihat biasa. Dalam paket pembelian terdapat charger, headset, serta buku petunjuk pemakaian.
Dilengkapi dengan CPU spandragon dual core 1,2 GHz, GPU adreno 302, dan OS Android KitKat dan menggunakan dual mode CDMA dan GSM. Kie apa jane, aku ora mudeng . . . . . . .Mbuh lah itu adalah spek diatas kertas dari Andromax C3 terlihat mumpuni kah? Atau biasakah?mbuh ra mudeng . . . . tapi sebagai pengguna dalam keseharian Andromax C3 ini cukuplah untuk keperluan sehari-hari meski tidak dan jangan harapkan ada unsur “wow” nya yah. . . .  :mrgreen: Hanya spesifikasi dari dual on nya yang cukup mengganggu karena hanya mode CDMA nya saja yang dapat digunakan untuk kuota data.
Kemudian untuk kapasitasnya, mengusung RAM 512 MB, ROM 4GB(dengan system) dan bisa diisi dengan memori eksternal sampai 32 GB, menurut saya ini juga kapasitas yang standar. :D biasa saja. . . . .
Lanjut ke bagian baterai,dibekali dengan Li-ion 1400 mAh rasanya memang terlalu kecil tapi untuk pemakaian dengan paket data menyala bisa bertahan selama seharian dari pagi sampai menjelang sore tanpa mengisi ulang batereinya.

image

Foto di atas merupakan hasil tangkapan dari kamera Andromax C3 yang digunakan pada keadaan yang minim cahaya. Dipersenjatai dengan kamera 3 MP (interpolated) hasil tersebut cukup apik jika disandingkan dengan hasil dari jepretan kamera Lenovo A390 yang saya pakai yang dipersenjatai dengan 8 MP.

image

Foto di luar ruangan
Kesimpulan
Andromax C3 merupakan Android dengan bandrol yang cukup terjangkau, bahkan salah satu dari sekian banyak ponsel android yang sangat terjangkau. Awalnya cukup ragu saat akan memingangnya tetapi ternyata ponsel ini cukup lumayan untuk hanya digunakan sehari-hari.  Meski tak ada unsur dari ponsel ini yang akan membuat pengguananya berkata “wow” dan bahkan tampilan interfacenya saja sangat biasa tapi ponsel ini layak dipertimbangkan dengan bandrolnya yang cukup kompetetif.
Sekian bro reviewnya siapa tahu bisa jadi bahan pertimbangan.

Sebuah Catatan Sederhana

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 982 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: