Akhirnya Selamat Tinggal Semut, Sampai Bertemu Lagi. . .

Tak terasa sudah 10 tahun si Semut menemani saya, merayapi jalan-jalan dan hampir tak pernah bermasalah di perjalanan. Mungkin terdengar berlebihan tapi kehilangan yang saya rasakan benar-benar nyata. Sungguh saya tak habis pikir bagaimana saya bisa melepaskan si Semut. Banyak sekali sejarah dan kenangan yang terukir bersama si Semut yang tak akan bisa tergantikan. Apa daya benda tetap sebuah benda yang akan habis termakan usia. Modifikasi merubah tampilannya justru membuat tak ada yang mau memakainya selain saya,haha. . . .  :D
Sekarang keputusan sudah diambil, si Semut harus berpindah tangan secepatnya. Meski dilepas pada keluarga sendiri tapi si Semut sudah bukan milik sendiri lagi :mrgreen:
Semoga pemilik barumu nantinya lebih ngopeni dirimu ya mut, dan semoga kamu tidak dimodif alay seperti saat bersamaku. Selamat tinggal dan semoga betah maafkan diriku yang harus melepasmu walauku tak ingin. . . . Cukup sekian, timbang tambah ra jelas lah, oh ya stang byson sak dudukane nganggur mbok ana sing minat :D
Salam L2 Super & Semut

Kegalauan Rider Pada Tunggangannya. . .

Wah. . . . wah. . .wah. . . ,sudah lama sekali blog ini kosong tanpa postingan. Terseok-seok untuk sampai post ke-100,emejing . . . . 
:mrgreen:
Wis lupakan saja itu, ra penting! :D
Latihan nulis lagi. . .
Berapa lama si motor layak digunakan untuk kendaraan sehari-hari?jawaban tiap orang pasti beda, mungkin tergantung perawatan, tergantung kondisi jalan,dll. Tapi seperti apapun kita rawat motor kita, suatu saat pasti sampai pada titik dimana motor kita tidak nyaman lagi untuk dikendarai. Seperti halnya si Semut (karisma x 05)
yang akhir januari kemarin tepat berumur 10 tahun dan semakin lama semakin tak berdaya menyusuri jalan-jalan.
Dalam 10 tahun ada banyak sekali kenangan, ratusan ribu km pun tak terasa sudah dilalui. Tak bisa dipungkiri terasa berat sekali untuk menjualnya walau ke saudara sendiri atau tetangga dekat. Tapi apa mau dikata si Semut sudah tak setrengginas saat muda dulu ditambah lagi yang mau memakainya juga hanya saya(akibat saya modip,haha) akhirnya pilihan terpait sedang coba saya ambil, si Semut mau tak mau harus saya jual.hiks. . . .
Sampai saat ini saya masih bingung apa benar-benar akan saya jual. Sementara ini saya sedang mengumpulkan part aslinya dan mengembalikan ke bentuk standarnya sebelum benar-benar saya lepas.
Galau temenan lik yakin. . . . .

Sharing Masalah Vario CW, Starter Tidak Normal

Jegreg . . . . jegreggggg . . . . suara starter vario yang tak kunjung diikuti oleh suara greeeeng  . . . . . membuat saya berpikir kalau aki si vario sudah mulai soak. Memang sepertinya si vario sudah menginjak tahun ketiganya, kebanyakan sih menginjak tiga tahun mulai pedekate dengan masalah-masalah umum matic.

Standar tengah diturunkan, engkol beberapa kali baru bisa menyala normal, tapi kok aneh ya . . . starter engkolnya tidak mau kembali ke posisi semula setelah digunakan. Saya yang awam soal mesin pun kembali berpikir apa cvt-nya mulai bermasalah ya?

AE944

Beberapa waktu kemudian dicoba lagi starter dengan elektik starternya, jegreeeeg . . . . greeeeeeng . . . . lah lancar lagi . . . kemudian kumat lagi . . . . intinya kadang elektrik starter berfungsi kadang tidak, bingung saya . . . .

Dari situ saya berpikir sepertinya akinya masih normal dan tak ada masalah dan dugaan semakin menguat pada cvt-nya yang error, mbuh error gimana lawong saya gak paham masalah permotoran, :mrgreen:

Bagi motor matic untuk menghidupkan harus menggunakan engkol adalah hal yang benar-benar ,merepotkan, terlebih yang menggunakan adalah adik perempuan saya, rekasa lah pokoke ndelenge. Akhirnya saya bawa motor vario tersebut ke bengkel AHASS untuk diservis agar elektrik starter bisa berfungsi normal lagi.

Apa analisa yang saya dapat? “Mas, ini akinya sudah drop harus diganti yang baru supaya bisa normal lagi.” Walah kok bisa-bisanya analisa mekanik AHASS sama dengan analisa amatir saya yang sama sekali tidak ngerti mesin???? Mbok ya beda dikit lah, kok seneng temen main ganti-ganti saja? :mrgreen: Hemmm, mungkin itu jawaban aman karena tak berhasil menemukan sumber masalah sebenarnya. Akhirnya si Vario hanya di servis ringan, masalah engkol yang tidak balik ke posisi semula sembuh tetapi masalah utama masih tetap belum terselesaikan. :(

Kecewa sebenarnya saya datang ke tempat yang saya anggap paling tahu tentang seluk beluk si Vario tapi tidak berhasil mengatasi masalah starter vario . . . .

Berselang satu minggu si Vario masih terus pedekate dengan masalah sterter elektiknya dan tak kukjung terselesaikan, hingga akhirnya saya bawa si matic dual eyes ini ke bengkel rumahan tetangga saya. Bengkel yang menangani kelistikan si Semut waktu bertransformasi beberapa waktu lalu. Cek sebentar dengan entengnya Dia bilang, ini masalah starternya sama sensor tuas rem. Weh keren . . . . . kaya dukun saja langsung mudeng masalahnya :mrgreen:

Tetangga saya yang juga seorang mekanik bengkel Suzuki ini menjelaskan bahwa masalah si matic ada pada sistem kelistikan CDI vario yang behubungan dengan sensor tuas rem, saat rem ditekan maka cdi akan berfungsi dan bila tuas rem tak ditekan tak akan berfungsi (CMIIW ya soale saya gak dong masalah ini), masalah ini bisa diatasi dengan sedikit memodifikasi atau menonaktifkan fungsi dari tuas rem. Sehingga nantinya CDI si vario akan berfungsi layaknya CDI motor butut saya si Semut, saat distarter tak perlu menekan tuas rem lagi sudah bisa hidup.

Oke daripada direpotkan masalah engkol-engkolan saya pun setuju tuas rem dinonaktifkan yang penting si Vario normal dahulu toh sepertinya tetangga saya ini cukup oke tentang masalah kelistrikan motor yang sering jadi momok mekanik-mekanik terbukti saat menangani si Semut hasilnya rapih tanpa potong kabel sana-sini, ngelothok kayane wis lah :mrgreen:

Hasilnya, si Vario kembali normal meski harus mengalami sedikit kecacatan karena tuas rem tak perlu ditekan saat starter. Tidak masalah karena dengan posisi tuas rem ditekan starter tetap akan berfungsi, jikapun lupa tidak menekan tuas rem hentakannya tak akan membuat si Vario nyelonong terbang kok :D :D

Oh ya, walaupun sensor tuas rem tidak aktif tapi saklar stardar samping tetap berfungsi normal tanpa masalah :D

AE957

Yap, itu sedikit sharing tentang masalah motor matic si dual eyes Vario lawas yang cukup membuat pusing, tapi okelah cukup sepadan  dengan pengalaman yang didapat :mrgreen: meski saya sampai saat ini terus berpikir apa iya hanya dengan cara menonaktifkan tuas rem masalah tersebut dapat diatasi? monggo yang lebih mudeng tentang masalah si Vario beritahu saya di kolom komentar. :mrgreen:

saya sertakan diagram kelistrikan vario nih bro, mumet aku ndelenge :D

vario-wiring-diagram

Sebuah Catatan Sederhana

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 971 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: