Ban Beat Sebelah Kanan Kriting. . . .????

Sehat Kang-Yu . . . . .
Wahahahaha (nek tau ngrungokna curanmor mesti ngerti ngguyune kaki Samidi). . . . mari kita ramaikan khasanah perngeblogan lewat blog yang tak kunjung mencapai 100 artikel ini :mrgreen:
Postingan terakhir di blog ini membahas tentang new vario 125 yang terkena masalah engine hunger/engine mountingnya, nah kali ini saya mau sharing tentang kakak-kakak dari si Vario 125 ini. Masih seputar masalah kaki-kaki dari matic Honda yang kali ini akan saya bagikan melalui artikel di malam minggu yang galau :mrgreen: walah sing di sharing masalah bae kaya FBY!!!!
Kaki-kaki yang akan dibahas melalui artikel ini adalah bagian ban dari si matic mungil beat serta vario cw. Mungkin sebelumnya sudah ada yang tahu atau bahkan sudah mengerti penyebabnya, tapi tak ada salahnya saya tulis. Mungkin dengan artikel ini Kang-Yu yang sudah tahu dan paham penyebabnya bisa berbagi.
Memangnya apa masalahnya sih? Sesuai judul. . . :mrgreen:
Masalahnya ada pada ban depan sebelah kanan dari Vario cw serta Beat fi, ya ban sebelah kanan kedua matic ini terlihat tidak rata dan membentuk gelombang di sepanjang ban. Sementara sisi sebelah kiri dari kedua matic tersebut sudah mulai halus. Jadi sisi kiri mulai gundul sedangkan sisi kanan bergelombang seperti ban hamil :D
Sebagai informasi kang-Yu, kedua matic ini dipakai oleh dua orang yang berbeda dan setiap hari menempuh jalan yang berbeda, yang hampir sama adalah kedua matic ini dalam sehari hanya menempuh jarak sekitar 6-7 Km dan sama-sama dipakai oleh wanita :mrgreen:
Jadi bagaimana mungkin bisa sama-sama kriting dan botak sebelah??? Lah ya mbuh . . . . .
Kebetulan ada satu Beat lagi (lho kaya FBH ini!!!!) milik sepupu perempuan saya yang motornya berumur hampir satu tahun. Saat saya raba ban depan sebelah kanan ternyata juga sudah mulai kriting . . . . . tepuk tukang salon kie kon rebonding!!!!!!
Salam L2 Super!!!!!!

Note: foto nyusul ya kang-yu, lemot kie. . . .

Masalah Pertama Vario 125, Karet Engine Hunger Copot . . . . . . ?????!!!!

Odometer baru menunjukan 1.300 km saat si vario mengalami masalah . . .
Sebenarnya ini bukan cerita yang ingin saya sharing pertama kali tentang vario tapi saat saya mencari di mesin pencari tentang masalah yang saya alami, saya tidak menemukannya, jadi semoga sharing kali ini berguna.

image

Ceritanya sabtu minggu tanggal 16-17 mei kemarin jalan-jalan ke Gunung Kidul untuk menikmati jajaran pantainya, start dari rumah sabtu pagi menggunakan vario yang odometernya masih menunjukan 1.000 an km. Sabtu 16 Mei 2015 Saat berangkat si Vario tak ada masalah apapun nyaman untuk berboncengan, diajak menanjak di daerah imogiri juga tidak kedodoran, puas pokoknya setiap tanjakan dilibas dengan halus tanpa perlu ngeden. Sampai ke pantai si vario tak terasa ada gejala masalah apapun, lancar. Sampai akhirnya hari telah menjelang sore dan saya harus beranjak dari pantai menuju ke arah Wonosari, gejala awal mulai terasa ban belakang terasa seperti ban yang kurang angin, setiap melewati jalan bergelombang terasa tidak nyaman. Sempat saya tambah angin tapi gejala seperti ban kempes tetap terasa, sampai disini saya abaikan.
Hari kedua, minggu tanggal 17 Mei 2015 pagi hari sebelum melanjutkan perjalanan ke air terjun Sri Gethuk dan kemudian pulang terlebih dahulu saya cek kalau-kalau ada paku yang membuat ban belakang terasa grudug-grudug, tetapi nihil. Mau bagaimana lagi, perjalanan harus dilanjutkan walau vario mengalami masalah dan Sri Gethuk harus tetap dijamah :mrgreen:
Baru bertolak beberapa km dari Wonosari gejala tambah parah setiap melalui jalan rusak terasa seperti bibir velg berbenturan dengan permukaan aspal, ngilu yakin . . . . . !!! rasanya persis seperti ban bocor yang dipaksa berjalan di jalan berbatu, jedak-jeduk keras velg berbenturan dengan aspal  tapi gejalanya terasa saat dipakai berboncengan, saat sendiri ya normal saja. Mau bagaimana lagi perjalanan pulang musti pelan-pelan setiap melewati jalan rusak, lebih-lebih di jalur selatan yang remuk . . . . . oh . . . . .no. . .!!!!
Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat dan masih menganggap masalah si Vario ada pada ban belakangnya.
Satu minggu saya abaikan masalah si Vario karena sehari-hari hanya dipakai sendirian sampai akhirnya saya temukan masalah sebenarnya si Vario. Saat saya setandar tengah si matic 125, terasa standar tengah seperti tidak ikut terangkat dan terasa tertinggal dan di bagian bawah di besi pengikat mesin yang belakangan baru saya ketahui bernama engine hunger terasa kendor, gerakan naik turun begitu mengayun bahkan saat diangkat dengan tangan saja sudah mengayun. Dari sini mulai khawatir karet mountingnya ambrol, asem . . . . .!!!! masih saya abaikan lagi :mrgreen: :mrgreen:
Meski berkali-kali saya abaikan tetap saja tidur tak nyenyak :D glindingna meng bengkel wadul meng mekanike.
Apa yang didapat?
Karet engine hunger copot dan tak terpasang pada tempatnya, harus turun mesin untuk membetulkan karet engine hunger seperti sedia kala, asem . . . . .  sit-sit apa itu engine hunger bro? Bahasa mudahnya ya part untuk menggantungkan mesin ke rangka yang letaknya tepat di bawah pijakan kaki pengendara. Syukur beres dan sekarang sudah normal lagi. . . .
Proses perbaikannya tak membutuhkan waktu lama tapi heran juga karet mountingnya bisa lepas dari dudukannya dan sebagai informasi ternyata karet ini tidak tersedia part penggantinya. Lah untung bisa diperbaiki.

image

Mari kita rangkum gejala-gejalanya
1. Ban belakang terasa gruduk-gruduk, terkadang seperti ban yang terlalu keras dan kadang seperti kurang angin.
2. Saat melewati jalan rusak atau berbatu persis seperti ban bocor yang dipaksa jalan, jeduk-jeduk seperti bibir velg berbenturan dengan batu.
3. Standar tengah tak ikut terangkat saat motor diangkat dengan behel belakang dan saat dilepas terdengar suara seperi besi beradu.
Itu tadi masalah pertama yang terjadi pada vario, semoga bisa berguna.
Salam L2 Super. . . .

Ganti Shock Belakang Beat dengan Shock Vario 125, Atasi Masalah Mentok

Orang indonesia kadang memang aneh diberi shock belakang yang keras minta yang lembut, diberi yang lembut diganti yang keras. Ya termasuk saya ini kang-yu. . . :D
honda beat fi lansiran tahun 2013 adalah kendaraan yang sering saya pakai berboncengan, menahan bobot yang jumbo alias beruang shock belakang honda beat terasa terlalu lembut. Mentul sana mentul sini dan terkadang terasa mentok saat melewati jalan yang bergelombang ketika berboncengan, ngilu kang-yu setiap ketemu gronjalan jedug-jedug mentok.
Shock belakang honda beat fi memiliki kode part 52400-K25-901 tampaknya harus segera diganti, bukan dengan part variasi yang sering berembel-embel racing tapi cukup dengan part milik saudaranya. Shock vario 125 dengan nomor part 52400-KZR-600 menjadi pilihan saya kang-yu. . . :mrgreen:

Belakangan baru saya ketahui ternyata part vario 125 ini memiliki dimensi yang lebih panjang dibanding shock beat maupun vario cw, wasyik kan ganti shock untuk memperbaiki handling plus tambah nungging, dikit :D
image
Terus hasilnya gimana?
Sesuai ekspektasi awal, ban belakang jadi terasa lebih lembut dan tidak liar karena mentul-mentul, jalan bergelombang dilibas dan diterjemahkan dengan baik sehingga terasa lebih nyaman bagi boncengan di belakang. Melewati polisi tidur, aman kang-yu karena secara teori GC motor juga naik meski gak signifikan.
Ini kali kedua saya mengganti shock asli bawaan motor dengan shock motor lain yang masih sejenis, istilahnya substitusi part dan keduanya pas dengan keinginan. :mrgreen: kenapa saya lebih suka substitusi part dengan part motor sejenis maupun berbeda merk pada part-part yang saya anggap vital daripada memakai part variasi? contohnya saya pakai dudukan xride untuk modif si Semut dulu. Nanti saya ceritakan lain artikel boy. . . .
Shock belakang vario 125 saya tebus di beres seharga 200, proses pemasangan pun tinggal plek no puyeng. Sebenarnya karakter shock vario 125 pun tak jauh beda dengan beat fi, lembut dan mengayun. Tapi lain cerita saat dipasang pada beat akibat berat kendaraan yang juga berbeda. Pas adalah kata yang tepat bagi saya saat mengendarai beat dengan shock vario 125.
Setiap orang memiliki rasa tersendiri untuk sebuah kenyamanan, bagi saya shock bawaan terlalu lembut dan tidak nyaman tapi mungkin berbeda untuk orang lain. Ini sekedar sharing atau bisa juga dianggap tips bagi sebagian orang yang merasa shock beat terlalu lembu
Merasa shock beat terlalu lembut dan emoh pake part variasi yang berkarakter racing yang biasanya agak keras monggo dicoba pake shock vario 125 kang-yu.
Salam L2 Super. . . .

Sebuah Catatan Sederhana

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 990 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: